Arsip

Archive for the ‘Sejarah’ Category

HR Rasuna Said: Orator Perempuan Minangkabau

Minangkabau banyak melahirkan tokoh dan pahlawan nasional, mereka tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa dalam menghadapi berbagai proses kemajuan bangsa. Para tokoh ini menjadi teladan para generasi muda sekarang yang ingin terus belajar dan berjuang dalam mengisi kemerdekaan di era sekarang.

Salah satu tokoh perempuan Minangkabau yang terkenal adalah HR Rasuna Said atau Hajjah Rangkayo Rasuna Said, beliau lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, 15 September 1910. Setelah Rasuna Said menamatkan Sekolah Dasar (SD) kemudian ia melanjutkan belajar di pesantren Ar-Rasyidiyah sebagai satu-satunya santri perempuan . HR Rasuna Said kemudian melanjutkan pendidikan di Diniyah School Putri di Padang Panjang dan bertemu dengan Rahmah El-Yunusiah. Read more…

Categories: Sejarah, Tokoh Tag:

Mohamad Natsir : Negarawan dari Alahan Panjang

Mohamad Natsir, pada 17 Juli 1908 tepatnya Kampung Jambatan Baukia Alahan Panjang, negeri dingin di balik Gunung Talang Solok. Putra Sutan Sari Pado dan Khadijah yang kemudian menjadi tokoh nasional bahkan aset internasional dari berbagai segi: agama, politik, sosial budaya, ilmu pengetahuan, keteladanan, pemikiran, bahkan menjadi mata air kajian ilmiah dalam berbagai seminar, simposium, untuk skripsi, thesis serta disertasi para doktor berbagai disiplin ilmu.

Masa kanak-kanak beliau lalui di tengah pergolakan pemikiran para tokoh besar pembaharu dari Ranah Minang. Belajar di pendidikan dasar Sekolah Belanda, Bapak Mohamad Natsir kecil dengan tekun mengikuti gebrakan para tokoh besar di negerinya. Dari usia delapan tahun (1916) sampai 15 tahun (1923) Mohamad Natsir remaja menggali kekayaan para ulama itu di HIS Adabiyah Padang dan Madrasah Diniyah Solok. Read more…

Categories: Sejarah, Tokoh Tag:

Buya Hamka : Ulama Multi Talenta

HAMKA adalah akronim nama Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara.

Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di Kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah(tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

HAMKA mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Meninjau hanya sampai kelas 2. Ketika usia HAMKA sampai 10 tahun, ayahnya mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. HAMKA juga pernah berguru kepada Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjoparonto dan Ki Bagus Hadikusumo. Di situ HAMKA telah mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Read more…

Categories: Sejarah, Tokoh Tag:

H. Agus Salim : Suri Teladan dari Koto Gadang

Ketika lahir, orang tuanya memberi nama Masyhudul Haq. Namun, kemudian masyarakat luas lebih mengenalnya sebagai Haji Agus Salim. Ia adalah pahlawan nasional pemegang tiga tanda jasa anumerta: Bintang Mahaputera Tingkat I (1960), Satyalencana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan (1961), dan Pahlawan Kemerdekaan Nasional (1961).

Masyhudul Haq alias Agus Salim lahir pada 8 Oktober 1884 di Koto Gadang, Sumatera Barat. Ia merupakan putra kelima dari 15 bersaudara anak Sutan Muhammad Salim. Ayahnya ini selama 50 tahun menjabat sebagai Jaksa Kepala di Padang.

Dengan begitu, Masyhudul Haq berasal dari keluarga terpelajar, sebuah status sosial yang memudahkannya menempuh pendidikan di sekolah Belanda. Saat itu, yang bisa bisa menempuh pendidikan di sekolah Belanda adalah anak-anak keturunan Eropa, sedangkan dari pribumi hanyalah anak-anak keturunan bangsawan dan pegawai tinggi. Read more…

Categories: Sejarah, Tokoh Tag:

Songket Canduang Tersimpan Di Museum California

Padang (ANTARA News) – Kain tenun tradisional Songket Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), disebut sebagai salah satu tenun terbaik di dunia, namun sudah sangat langka dan ada tersimpang di Museum Tekstil di California, Amerika Serikat, Belanda dan para kolektor.

Pernyataan itu, disampaikan peneliti sekaligus kolektor kain tenun tradisional dunia asal Swiss Ben Hard, kata Direktur Biro Perjalanan Wisata “Sumatera and Beyond”, Ridwan Tulus kepada ANTARA di Padang, Minggu.

Hal itu disampaikannya, saat mendampingi 15 wisatawan juga kolektor kain tenun tradisional dunia dari Amerika Serikat (AS) ke Canduang, Agam, untuk mengunjungi daerah asal songket Canduang. Read more…

Categories: Minangkabau, Sejarah Tag: