<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aan Choto 阿安國德</title>
	<atom:link href="http://aan4choto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aan4choto.wordpress.com</link>
	<description>Kumpulan Tugas Kuliah Aan Choto 阿安國德</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Oct 2009 03:28:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aan4choto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/cbe7e3411128e767fa8bd2710ed22cd5?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Aan Choto 阿安國德</title>
		<link>http://aan4choto.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Nasuh Al-Matraki: Cendekiawan Besar dari Turki Usmani</title>
		<link>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/nasuh-al-matraki-cendekiawan-besar-dari-turki-usmani-2/</link>
		<comments>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/nasuh-al-matraki-cendekiawan-besar-dari-turki-usmani-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:21:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Beragam ilmu pengetahuan yang dikuasainya telah membuat Nasuh Al-Matraki menjadi terpandang di era Kekhalifahan Usmani Turki. Ia pun menjadi salah seorang cendekiawan besar pada abad XVI. Sejarah peradaban Islam mencatat sumbangan penting yang diberikannya bagi pengembangan matematika, sejarah, geografi, kartografi, teknik serta kaligrafi.
Dia bukanlah ilmuwan biasa. Matraki juga dikenal sebagai seorang ksatria yang jago mengatur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aan4choto.wordpress.com&blog=4892993&post=351&subd=aan4choto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beragam ilmu pengetahuan yang dikuasainya telah membuat Nasuh Al-Matraki menjadi terpandang di era Kekhalifahan Usmani Turki. Ia pun menjadi salah seorang cendekiawan besar pada abad XVI. Sejarah peradaban Islam mencatat sumbangan penting yang diberikannya bagi pengembangan matematika, sejarah, geografi, kartografi, teknik serta kaligrafi.</p>
<p>Dia bukanlah ilmuwan biasa. Matraki juga dikenal sebagai seorang ksatria yang jago mengatur taktik perang. Tak heran jika, Sultan Sulaiman Al-Qanuni Khalifah Turki Usmani yang sangat disegani di seantero dunia pada abad XVI   begitu terkesan dengan kehebatan ilmuwan yang satu ini.<br />
Berkat kehebatannya,  Sultan Sulaiman menganugerahi Matraki gelar ustad dan rais. Ilmuwan dan ksatria yang dikenal lihai memainkan beragam senjata itu, pamornya kian berkibar, setelah berhasil menciptakan sebuah permainan strategi perang yang diberi nama Matrak. Atas keberhasilannya itu, Matraki juga dikenal sebagai <em>Master of Knight.</em> <span id="more-351"></span>Sejatinya, ilmuwan Muslim masyhur pada abad XVI itu bernama lengkap Nasuh bin Karagozz Al-Bosnawi. Berkat permainan yang diciptakannya itu, dia lebih dikenal dengan sebuatan Nasuh Matraki Bey. Sejatinya, Matraki berasal dari keluarga Bosnia. Ayah dan kakeknya mengabdi sebagai pegawai pemerintahan KekhalifahanTurki Usmani.</p>
<p>Matraki menimba ilmu di sekolah istana pada era kekuasaan Sultan Bayezid II (1481-1521). Dia banyak berguru kepada Sai Celebi  salah satu guru Sultan Bayezid II. Dia memulai karirnya sebagai seorang ksatria di masa kepemimpinan Sultan Selim I (1512-1520 M). Pada tahun 1520 M, Matraki memutuskan untuk hijrah ke Mesir. Di negeri piramida itu, ia meningkatkan kemampuannya dalam bidang permainan kemiliteran.</p>
<p>Kemampuan Matraki dalam permainan kemiliteran tak ada yang mampu menandingi. Dia diakui sebagai seorang ksatria yang sangat berbakat dalam bidang ini. Matraki juga dikenal sebagai seorang ksatria yang gemar menggunakan topeng dan ahli bermain pedang. Itulah mengapa dia dijuluki Al-Silahi. Matraki pun mengajarkan kemampuannya dalam memainkan senjata di Sekolah Enderun.</p>
<p>Kemampuannya dalam memainkan senjata telah membuat Sultan Sulaiman Al-Qanuni terpikat. Dalam sebuah acara perayaan khitanan putera sang Sultan, Matraki dan para muridnya mendemonstrasikan kemampuannya dalam seni menggunakan dan membuat persenjataan. Sultan Sulaiman berdecak kagum dengan kehebatan Matraki. Ia lalu menganugerahinya gelar kehormatan.</p>
<p>Menyusul keberhasilannya dalam acara perayaan khitanan putera Sultan Sulaeman Al-Qanuni itu, pada tahun 1529 Matraki juga mampu merampungkan sebuah buku bertajuk <em>Tuhfat Al-Ghuzat</em>. Kitab yang berisi lima bab itu mengupas dan membahas tentang  seni menggunakan dan membuat persenjataan.</p>
<p>Dalam buku yang dilengkapi dengan ilustrasi itu, Matraki memaparkan cara-cara membuat dan menggunakan panah, pedang serta tongkat. Matraki pun memberi informasi seputar taktik-taktik militer dan ksatria. Dia juga memaparkan permainan-permainan perang, pendidikan militer, hingga cara menunggang kuda bagi pasukan kavaleri. Ia juga mengupas tentang taktik berperang bagi pasukan infanteri. Dalam buku yang ditulisnya itu,  Matraki juga membuat ilustrasi tentang cara membuat benteng pertahanan bergerak.</p>
<p>Pamor Matraki sebagai seorang ilomuwan sekaligus ksatria makin kinclong setelah berhasil menciptakan permainan bernama Matrak. Dalam bahasa Turki, Matrak berarti mengagumkan. Hingga kini Matrak dikenal sebagai permainan orang Turki. Permainan ini dimainkan dengan menggunakan tongkat  yang biasa disebut cudgel atau rapier. Tongkat yang digunakan untuk permainan ini ditutup dengan ledder  sepintas mirip tiang pancang bowling.</p>
<p>Bagian atas tongkat yang digunakan berbentuk bulat dan sedikit lebih lebar dibanding badan tongkat. Permainan yang diciptakan Matraki itu menyerupai pertempuran animasi. Permainan itu dimainkan di atas rumput. Matraki menciptakan permainan itu sebagai sarana untuk latihan perang. Kemampuannya dalam membuat permainan peperangan itu diperolehnya saat belajar di Mesir pada era kepemimpinan Gubernur Hayr Bey.</p>
<p>Tak hanya termasyhur sebagai seorang ksatria, Matraki pun dikenal sebagai seorang miniaturis, kaligrafer dan seorang pelukis yang ulung. Dia memiliki keahlian yang luar biasa dalam melukis. Setiap kali ikut dalam ekspedisi penaklukan yang dilakukan Kerajaan Usmani Turki, Matraki tak pernah lupa untuk menggambar dan melukiskan tempat-tempat yang disinggahi pasukan istana.</p>
<p>Selain itu, dia juga selalu menjelaskan setiap tempat yang dikunjunginya, mulai dari Istanbul hingga ke Baghdad melalui Tabriz. Kota-kota yang berhasil ditaklukan  Kekhalifahan Usmani Turki dari genggaman Kerjaan Safavid semua dicatat dan digambarkan secara detail oleh Matraki. Jalur yang dilalui Matraki berbeda dengan yang dilalui pasukan militer Usmani Turki  mereka menempuh perjalanan dari Istanbul ke Baghdad melalui Sivas-Erzurum dan kembali melalui jalan Diyarbakir-Allepo.</p>
<p>Bahkan, secara khusus dia mengambar peta daratan dengan jenis relief dalam kitab yang ditulisnya  <em>Bayân-i Manâzil-i Safar-i Iraqayn-i Sultan Süleyman Khan</em>. Buku itu berisi informasi yang detil mengenai ekspedisi pertama Sultan Sulaiman Al-Qanuni saat melawan Kerajaan Sapavid Iran antara tahun 1533 hingga 1536.</p>
<p>Sejarah mencatat Matraki yang juga berhasil menciptakan gaya tulisan kaligrafi khas Usmani Turki. Gaya tulisan kaligrafi yang ditemukan itu bernama  &#8220;kalem-i divani&#8221;. Sebelum gaya tulisan kaligrafi khas Turki diciptakan Matraki, Kekhalifahan Usmani Turki masih menggunakan tulisan kaligrafi khas Iran ta&#8217;lik.</p>
<p>Matraki tutup usia pada 28 April 1564. Jabatan terakhir yang diembannya adalah memimpin kantor yang mengurusi masalah kuda-kuda istana. Masyarakat Turki mengagumi keberhasilan yang pernah dicapainya. Tak heran, bila karya-karyanya disejajarkan dengan Leonardo da Vinci. Untuk mengenangnya, Radio dan Televisi Turki pada tahun 1979 membuat film dokumenter tentang perjalanan hidup sang ilmuwan dan ksatria fenomenal di abad ke XVI itu.</p>
<p><strong>Sumbangan Sang Ksatria </strong><br />
<img style="border:0 none;float:left;" src="/images/stories/nasuh2.jpg" alt="" /><strong>Sejarah</strong><br />
Matraki dikenal sebagai seorang sejarawan terkemuka di era Kekhalifahan Usmani Turki. Pada tahun 1520 M, dia berhasil menerjemahkan buku sejarah karya Al-Tabari yang berjudul  <em>Tarih Al_rasul wa Al-Muluk</em> kedalam bahasa Turki. Karya alihbahasa itu diberi judul Madjma&#8217; Al-Tawarikh. Dalam kitab itu dia juga membuat semacam suplemen yang berisi tentang sejarah Ottoman.</p>
<p>Selain itu, Matraki juga menulis  sejarah kepemimpinan  Sultan Bâyezid II, Sultan Selim I dan Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Beberapa buku sejarah yang ditulis Matraki itu antara lain; <em>Ta&#8217;rikh-i Sultan Bâyezid wa-Sultan Selim</em> ;  <em>Bayân-i Manâzil-i Safar-i Iraqayn-i Sultan Süleyman Khan</em> yang dikenal dengan  <em>Majmua&#8217;-i Manâzil</em> (1537).  Pada 1538, Matraki juga berhasil menuliskan kitab <em>Fath-nâme-i Karabughdan</em>.</p>
<p>Kitab sejarah lainnya yang ditulis Matraki berjudul <em>Ta&#8217;rikh-i Feth-i Shiklos wa Estergon wa Istolnibelgrad</em> <em>. Dia juga menulis dua volume sejarah hidup Sultan Sulaiman dalam kitab </em> <em>Suleyman-name</em>. Pada 1550, sejarawan  Kerajaan Usmani Turki  itu mendapat dukungan dari seorang menteri utama Sultan Sulaiman, Rustem Pasha untuk menerjemahkan karya Sejarawan Al-Tabari yang lainnya berjudul <em>Djami&#8217; Al-Tawarikh</em>. Dalam satu volume khusus pada bagian kitab yang diterjemahkannya itu, Matraki mengupas peristiwa-peristiwa penting  di era kepemimpinan Sultan Sulaiman hingga tahun 1561.<br />
<strong><br />
Matematika</strong><br />
Matraki memang layak dijuluki ilmuwan serbabisa. Dia ternyata juga sangat populer sebagai seorang matematikus. Secara khusus, dia menulis dua buku matematika dalam bahasa Turki untuk meringankan tugas para ulama, dewan kerajaan (divan katipleri) dan para akuntan negara. Kedua buku matematika yang ditulis Matraki memegang peranan penting dalam kemajuan Kerajaan Usmani Turki.</p>
<p>Pasalnya, buku matematika yang disusun Matraki itu sangat mudah dipahami setiap kalangan. Tak heran, jika buku matematika yang ditulis sang ilmuwan ksatria itu sangat cocok untuk digunakan sebagai matematika bahasa. Buku ini juga dijadikan panduan para akuntan di era Usmani Turki dalam mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan matematika.</p>
<p>Buku matematika pertama yang ditulis Matraki berjudul  <em>Jamal al-Kuttab wa Kamal al-Hussab</em> .  Kitab yang disusun pada tahun 1517 itu secara khusus didedikasikan Matraki  untuk Sultan Selim I (1512-1520). Sedangkan, buku kedua yang bertajuk  <em>Umdat al-Hussab fi&#8217;l-furuz al-mukaddar bi&#8217;l-kulliyat</em> diselesaikan Matraki pada tahun 1533  merupakan pengembangan dari kitab versi pertama.<br />
<strong><br />
Geografi Deskriptif</strong><br />
Di Era kekhalifahan Utsmani Turki, Matraki merupakan seorang yang sangat penting dalam bidang geografi deskriptif. Buku pertamanya yang paling bernilai dalam bidang itu berjudul <em>Bayân-i Manâzil-i Safar Iraqayn</em> berisi penjelasan tenpat-tempat yang disinggahi dalam dua ekspedisi ke Irak.</p>
<p>Dia juga membuat miniatur yang menggambarkan jalan yang menghubungkan Istanbul  Tabriz  Baghdad. Miniatur yang diciptakannya itu mirip sebuah peta. Karya-karya Matraki selalu menjadi rujukan bagi siapaun yang ingin mempelajariUsmani Turki terutama Istanbul pada abad ke-16 M. Selama berabad-abad lukisan hasil goresan tangan Matraki tentang ibukota Usmani Turki itu tetap dijadikan acuan.</p>
<p>Matraki pun sukses membuat peta. Uniknya peta yang diciptakan Matraki disertai dengan miniatur-miniatur sehingga sangat bernilai dari perspektif geografi. Dalam <em>Ta&#8217;rikh-i Feth-i Shiklos wa Estergon wa Istolnibelgrad</em> Matraki menggambarkan tempat penginapan yang ada di antara Istanbul dan Budapest. Dalam kitab itu juga dia menjelaskan kota-kota yang dilaluinya seperti Nice, Toulon dan Marseilles.</p>
Posted in Tokoh Tagged: Tokoh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aan4choto.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aan4choto.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aan4choto.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aan4choto.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aan4choto.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aan4choto.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aan4choto.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aan4choto.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aan4choto.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aan4choto.wordpress.com/351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aan4choto.wordpress.com&blog=4892993&post=351&subd=aan4choto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/nasuh-al-matraki-cendekiawan-besar-dari-turki-usmani-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af98fc406be2e5a5dea53686f0aa58bd?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Aan Choto 阿安國德</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/images/stories/nasuh2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cerrahiye-i Ilhaniye, Buku Bedah Anak Warisan Islam</title>
		<link>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/cerrahiye-i-ilhaniye-buku-bedah-anak-warisan-islam/</link>
		<comments>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/cerrahiye-i-ilhaniye-buku-bedah-anak-warisan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Pada abad ke-10 M, dunia kedokteran Islam memiliki seorang dokter bedah terkemuka bernama Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi.  Dokter bedah kelahiran 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol itu pun dikenal sebagai Bapak Ilmu Bedah Modern.
Lima abad kemudian, peradaban Islam yang saat itu dikuasai Kekhalifahan Turki Usmani juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aan4choto.wordpress.com&blog=4892993&post=349&subd=aan4choto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada abad ke-10 M, dunia kedokteran Islam memiliki seorang dokter bedah terkemuka bernama Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi.  Dokter bedah kelahiran 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol itu pun dikenal sebagai Bapak Ilmu Bedah Modern.</p>
<p>Lima abad kemudian, peradaban Islam yang saat itu dikuasai Kekhalifahan Turki Usmani juga memiliki seorang dokter bedah terkemua bernama Serafeddin Sabuncuoglu. Ia sangat dikenal dengan buku kedokteran yang ditulisnya berjudul <em>Cerrahiye-i Ilhaniye.</em> Inilah buku ilmu bedah anak pertama di dunia yang dilengkapi dengan ilustrasi.  <span id="more-349"></span><br />
<em>Cerrahiye-i Ilhaniye</em> tidak hanya berisi gambar atau miniatur prosedur dari bedah anak, tetapi buku kedokteran itu  juga menyumbangkan banyak hal yang penting bagi perkembangan buku-buku lain yang berkaitan dengan pembedahan. Sabuncuoglu menjelaskan rancangan dan teknik-teknik bedahnya sendiri dalam buku tersebut. Selain itu dia juga mengembangkan teknik bedah anak yang sudah dipraktikkan  pada masa lalu.</p>
<p>Lewat buku itu, Sabuncuoglu menjelaskan teknik bedah, sayatan dan instrumen-instrumen bedah. Buku itu juga dilengkapi dengan miniatur gambar mengenai prosedur operasi. Beberapa bagian dari buku ini mencakup aspek teori dan praktik operasi bedah khusus bayi, balita dan anak-anak (pediatrik).</p>
<p>Secara umum, Sabuncuoglu, melakukan penggabungan kombinasi teknik bedah anak dari metode Yunani, Romawi, Arab, dan Turki. Sehingga metode pembedahan kombinasi yang diciptakannya sungguh sangat luar biasa dan mempengaruhi perkembangan ilmu bedah anak di daratan Eropa.</p>
<p>Meskipun penyebaran pengetahuan bedah anak itu bergerak dengan cepat, aspek historis bedah anak masih banyak yang belum dieksplorasi secara sistematis. Pada 1983, dalam pertemuan Asosiasi Bedah Anak Yunani di Chios, Montagnani, Roma, Italia disebutkan bahwa hanya Serafeddin yang selalu setia membuat terjemahan Buku Petunjuk Tentang Pembedahan milik Abu Kasim Al-Zahrawi.</p>
<p>Pada masa lalu, hanya ada dua atau tiga sumber sebagai referensi buku-buku tentang operasi, salah satunya karya-karya Abu Kasim Al-Zahrawi. Hingg a kini, terdapat tiga karya salinan asli tulisan tangan Sabuncuoglu. Dua buah buku salinan tersebut berada di Perpustakaan Nasional Istanbul dan Departemen Sejarah Kedokteran Capa Fatih, Universitas Istanbul.</p>
<p>Sedangkan buku yang ketiga berada di Perpustakaan Nasional Paris. Buku  <em>Cerrahiye-i Ilhaniye,</em> mencakup empat bagian utama: teknik cauterisation, bedah umum termasuk bedah anak dan bedah plastik, ortopedi, dan inovasi persiapan pengobatan. Ketiga buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Turki modern.Berikut ini bedah modifikasi karya Sabuncuoglu dalam Cerrahiye-i Ilhaniye itu antara lain mengkaji tentang:<br />
<strong><br />
* Pengobatan Hydrocephalus</strong><br />
Untuk melakukan pembedahan terhadap penyakit Hydrocephalus (penyumbatan pada otak sehingga terdapat cairan pada otak) Sabuncuoglu menggambarkan pisau bedah dengan sayatan lebih lebar, tajam, dan ujungnya runcing. Tipe sayatan operasinya juga khusus.</p>
<p>Sabuncuoglu merupakan salah seorang ahli bedah yang paling awal menggunakan berbagai teknik drainase dan bahan-bahan untuk prosedur bedah saraf dalam kasus bedah anak. Dia menekankan bahaya perdarahan selama operasi bedah saraf dilakukan. Oleh karena itu pembedahan terhadap pasien harus dilakukan secara hati-hati.<br />
<strong><br />
* Sunat anak laki-laki</strong><br />
Sabuncuoglu menggambarkan untuk melakukan penyunatan lebih baik menggunakan gunting bengkok daripada yang lurus. Dia menyarankan sunat dilakukan dengan menggunakan sebuah potongan saja. Hal ini juga harus dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar ahli, bukan orang pada umumnya.<br />
<strong><br />
* Pengobatan Hermafroditisme (jenis kelamin yang tidak jelas apakah laki-laki atau perempuan)</strong><br />
Beberapa abad yang lalu, Paulus dari Aeginae dan Zahrawi telah menjelaskan ambiguitas kelamin pada manusia, yang tak jelas alat kelaminnya,  apakah laki-laki atau perempuan. Namun, Sabuncuoglu membuat penjelasan detil dan klasifikasi subjek tersebut dengan lengkap. Dia mengomentari penampilan daerah perineal dan klitoris yang ambigu tersebut. Orang hermaprodit membutuhkan pembedahan khusus untuk memperjelas alat kelamin yang lebih cocok dengannya.<br />
<strong><br />
</strong><strong>Pengobatan alat kelamin eksternal wanita (vulva)</strong><br />
Sabuncuoglu adalah orang pertama yang menggambarkan posisi klasik pemeriksaan ginekologi. Ia membagi dua labia pada alat kelamin anak perempuan.  Dia merekomendasikan tampon vagina yang berminyak untuk pencegahan radang dan kambuh sakitnya. Sedangkan, para ahli bedah zaman kuno, seperti Celsus dan Soraneus menggunakan gunting tang dan specula untuk pemeriksaan ini.</p>
<p>Untuk jenis prosedur pengobatan vulva ini, Sabuncuoglu menyebutkan pentingnya peran dokter perempuan dari pada bidan. Sabuncuoglu menggambarkan seorang  &#8220;tabibe&#8221; atau dokter perempuan untuk melakukan praktik operasi terhadap pasien perempuan.<br />
<strong><br />
* Pengobatan jari</strong><br />
Sabuncuoglu mempelajari subjek tentang pengobatan jari yang jumlahnya berlebihan dan jari yang berselaput dalam bab berjudul  <em>&#8220;yarligan&#8221;</em> dan  <em>&#8220;yincilmek&#8221;</em> dan menggunakan istilah khusus &#8220;artuk parmak&#8221; dan &#8220;bitevi parmak.&#8221; Dalam perawatan jari yang berlebihan yang timbul pada akar jari, Sabuncuoglu menyarankan untuk melakukan teknik manuver berliku untuk mengamputasi jari yang berlebihan atau tidak normal tersebut.</p>
<p>Sedangkan untuk mengobati jari yang berselaput, selaput yang terletak di antara jari tersebut harus dioperasi dan dibuang. Setelah itu, kain kasa khusus direndam dalam minyak mawar kemudian diletakkan di antara jari-jari untuk mencegah infeksi dan kambuh sakitnya. Sabuncuoglu adalah orang pertama yang menyarankan menempatkan kayu penyangga setelah bedah tangan untuk untuk meningkatkan penyembuhan luka.<br />
<strong><br />
* Pengobatan anus</strong><br />
Untuk mengobati anus yang tak berfungsi saat ingin buang hajat di mana anus tidak mau membuka, Sabuncuoglu menekankan perlunya operasi yang dilakukan oleh seorang ahli bedah ahli untuk mengurangi risiko kegagalan operasi yang berhubungan dengan otot. Anus yang tak berfungsi ini bisa terjadi akibat melahirkan. Dia menggambarkan prosedur operasi anus ini dengan baik.<br />
<strong><br />
Serafeddin Sabuncuoglu, Ahli Bedah Anak dari Turki Usmani</strong></p>
<p>Serafeddin Sabuncuoglu merupakan seorang dokter dan ahli bedah pada masa kekuasaan Turki Usmani. Sang dokter  hidup antara 1385-1468 M di Amasya, bagian utara Anatolia tengah. Selama periode awal Kekaisaran Ottoman, Amasya merupakan pusat perdagangan, budaya, dan seni.</p>
<p>Selama periode itu, Sabuncuoglu berpraktik selama 14 tahun di Rumah Sakit Amasya yang dibangun pada 1308 tersebut.  Pada 1465, saat berusia 80 tahun, ia menulis sebuah buku berjudul  <em>Cerrahiye-i Ilhaniye.</em> Semangat Sabuncuoglu yang sangat tinggi, membuatnya begitu intens menyelesaikan buku tersebut, meski usianya sudah sepuh.</p>
<p>Selama mengabdikan dirinya sebagai seorang dokter, Sabuncuoglu sudah melakukan berbagai macam praktik operasi pada tubuh manusia jauh, sebelum ada perkembangan teknik steril dan anestesi modern dalam proses operasi pasien. Dia menggunakan kombinasi dari akar tanaman mandrake dan minyak almond untuk analgesia dan anestesi umum.</p>
<p>Tanaman Mandrake (mandragora officinarum L yang berasal dari keluarga nightshade [Solanaceae]) memiliki sifat-sifat umum belladonna dan sebelumnya digunakan sebagai narkotik serta obat penenang. Tanaman tersebut berisi dengan alkaloid mandragorine, hyoscyamine, dan scopolamine.</p>
<p>Dalam peradaban Yunani dan Romawi kuno, banyak tanaman digunakan sebagai obat untuk merangsang pembiusan seperti opium yang digunakan untuk anestesi dan penghilang rasa sakit, juga dikenal sebagai tanaman cinta</p>
<p>Pengetahuan tentang obat-obatan dan farmasi di Anatolia pada saat berkuasanya Dinasti Seljuk dan pada masa periode Kekuasaan Turki Usmani merupakan kelanjutan dari peradaban Seljuk Besar.  Pada  abad ke-12  hingga 14 M, di wilayah itu begitu  banyak didirikan rumah sakit yang dilengkapi apotek yang  bertugas menyiapkan obat-obatan bagi pasien.</p>
<p>Sabuncuoglu juga menekankan pentingnya apotek di dalam rumah sakit. Sehingga pasien bisa mendapatkan obat dengan mudah. Selain menulis buku  <em>Cerrahiyyetu&#8217;l-Haniyye</em> , dia juga menulis buku yang berjudul  <em>Mucerrebname</em> (Dalam Perjuangan).</p>
<p><em>Cerrahiyyetu&#8217;l-Haniyye</em> merupakan buku bedah pertama yang memakai ilustrasi. Sebagian besar karya-karya Sabuncuoglu berdasarkan karya dokter bedah sebelumnya yakni Abu al-Qasim al-Zahrawi. Dia juga banyak memperkenalkan inovasi bedah terbaru dalam karya-karyanya. Dia bahkan menggambarkan ahli bedah perempuan dalam bukunya. Hal itu menujukkan penghargaannya terhadap kaum perempuan.(republika)</p>
Posted in Tokoh Tagged: Tokoh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aan4choto.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aan4choto.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aan4choto.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aan4choto.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aan4choto.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aan4choto.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aan4choto.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aan4choto.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aan4choto.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aan4choto.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aan4choto.wordpress.com&blog=4892993&post=349&subd=aan4choto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/cerrahiye-i-ilhaniye-buku-bedah-anak-warisan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af98fc406be2e5a5dea53686f0aa58bd?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Aan Choto 阿安國德</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ahmed Zewail, Bapak Femtokimia</title>
		<link>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/ahmed-zewail-bapak-femtokimia/</link>
		<comments>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/ahmed-zewail-bapak-femtokimia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Berkat jasanya ilmu kimia memiliki cabang baru yang disebut Femtokimia. Atas jasanya itu,  Zewail didapuk sebagai Bapak Femtokimia.
Para sejarawan sains Barat mengakui bahwa ilmu kimia merupakan warisan peradaban Islam pada era kekhalifahan.  Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith, mengatakan, para kimiawan Muslim di zaman kekhalifahan telah meletakkan fondasi ilmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aan4choto.wordpress.com&blog=4892993&post=347&subd=aan4choto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignleft" title="Ahmed " src="http://sman1ampekangkek.sch.id/images/stories/ahmed" alt="" width="325" height="215" />Berkat jasanya ilmu kimia memiliki cabang baru yang disebut Femtokimia. Atas jasanya itu,  Zewail didapuk sebagai Bapak Femtokimia.</strong></p>
<p>Para sejarawan sains Barat mengakui bahwa ilmu kimia merupakan warisan peradaban Islam pada era kekhalifahan.  Will Durant dalam <em>The Story of Civilization IV: The Age of Faith,</em> mengatakan, para kimiawan Muslim di zaman kekhalifahan telah meletakkan fondasi ilmu kimia modern.</p>
<p>&#8221;Kimia merupakan ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh peradaban Islam,&#8221; papar Durant. Tak heran jika  kimiawan Muslim di era keemasan bernama Jabir Ibnu Hayyan ditabalkan sebagai &#8221;Bapak Kimia Modern&#8221;. Kontribusi kimiawan Muslim tak hanya diakui di era keemasan, pada zaman globalisasi pun  kimiawan Muslim masih berprestasi.<br />
Salah seorang penerus jejak Jabir Ibnu Hayyan di era modern itu bernama Ahmed Hassan Zewail atau Ahmed Zewail. Ia  merupakan ahli kimia Muslim  yang pernah meraih hadiah Nobel Kimia pada 1999. Penghargaan bergengsi itu diraihnya setelah berhasil  spektroskopi femto laser. <span id="more-347"></span><br />
Berkat jasanya ilmu kimia memiliki cabang baru yang disebut femtokimia. Atas jasanya itu, Zewail didapuk sebagai &#8221;Bapak Femtokimia&#8221;. Zewail terlahir pada 26 Februari 1946 di Damanhur &#8212; yang terletak 60 Km dari kota Alexandria, Mesir. Ayahnya seorang pegawai negeri sipil, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.</p>
<p>Sejak remaja, Zewail sangat mencintai ilmu kimia. Bahkan, dia sering menghabisakan waktu berhari-hari untuk melakukan berbagai macam penelitian kimia kecil-kecilan. Kecintaannya  terhadap  Kimia mendorongnya untuk mendalami ilmu itu dengan sangat serius.</p>
<p>Menurut Zewail, kimia sangat memesona dan memberinya pengalaman-pengalaman yang menakjubkan. &#8221;Kimia menyediakan fenomena laboratorium yang ingin dicoba ulang dan dipahaminya secara terus menerus,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Tanpa sepengetahuan orang tuanya, di dalam kamar tidur sendiri, Zewail kecil, sempat merakit sebuah peralatan kecil yang terbuat dari kompor ibunya serta beberapa tabung gelas milik keluraganya untuk mengamati bagaimana sebatang kayu diubah menjadi asap dan cairan.</p>
<p>Selama masa SMA, kegiatan Zewail tak pernah terlepas dari berbagai macam percobaan kimia. Rupanya kimia telah mendarang daging dan menjadi bagian hidupnya. Setamat SM, Zewail memutuskan kuliah di Fakultas Sains Universitas Alexandria, jurusan kimia.</p>
<p>Pada 1967, Zewail lulus dari Fakultas Sains Universitas Alexandria sebagai seorang sarjana kimia dengan meraih predikat <em>cum laude.</em> Melihat prestasinya yang sangat cemerlang di bidang pendidikan, terutama kimia, Zewail akhirnya diangkat sebagai asisten dosen di fakultasnya.</p>
<p>Setelah itu, dia mendapatkan beasiswa S-2 guna mengasah bakat dan ilmunya lebih lanjut. Sebagai seorang asisten dosen dia sangat disukai oleh para mahasiswanya. Sebab selain baik budi pekertinya, dia mampu memberikan penjelasan-penjelasan tentang kimia kepada mahasiswanya dengan baik. Sehingga para mahasiswanya mampu menyerap ilmu yang disampaikannya.</p>
<p>Pada 1969,  ia berkesempatan mendapat beasiswa pada prgram doktoral  Universitas Pensylvania, Philadelphia, Amerika Serikat.  Pertama kali menginjakkan kaki dan belajar di Amerika Serikat membuat Zewail merasa sangat kesulitan. Maklum saja, budaya antara Mesir dan Amerika  sangat jauh berbeda. Selain itu, kemampuan berbahasa Inggrisnya masih pas-pasan. Meski begitu,  Zewail berbekal tekad baja, ia akhirnya mampu belajar di negara tersebut.</p>
<p>Berbekat otak yang encer,  Zewail mampu menyelesaikan disertasinya dalam waktu yang singkat, yakni delapan bulan. Topik penelitian yang dikajinya dalam disertasinya itu tentang interaksi molekul dengan cahaya atau disebut spektroskopi pasangan molukeul (dimer). Pada 1974, Zewail meraih gelar doktor.</p>
<p>Begitu menyelesaikan studinya, wilayah Timur Tengah dilanda peperangan dan mengalami pergolakan hebat. Zewail pun memutuskan kembali ke tanah kelahirannya, Mesir. Ia akhirnya bekerja sebagai peneliti pascadoktoral di Universitas Barkeley selama dua tahun dan melamar posisi dosen ke universitas-universitas ternama di Amerika Serikat.</p>
<p>Setelah menerima beberapa tawaran,  ia memutuskan memilih berkarir pada California Institute of Technology di California. Di universitas tersebut, Zewail melakukan penelitian keadaan transisi reaksi kimia.</p>
<p>Keadaan transisi reaksi kimia adalah waktu yang harus dilalui molekul atau atom saat bereaksi. Keadaan ini sangat sulit diamati sebab terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Waktu keadaan transisi yaitu dalam rentang femtodetik (sepuluh pangkat minus 15 detik). Sebagai gambaran, satu femtodetik setara dengan satu detik dibagi 32 juta tahun.</p>
<p>Seperti para ahli kimia yang sudah melakukan penelitian sebelumnya, Zewail menghadapi berbagai macam masalah teknis dalam melakukan penelitian keadaan transisi ini. Bahkan beberapa ilmuwan mengatakan, apa yang dilakukan Zewail itu tidak akan berhasil.</p>
<p>Zewail tak seperti ahli kimia lainnya yang pesimistis. Ia justru tertantang dan sekamin intensif dalam penelitiannya. Saking bersemangatnya,  ia sering berada di laboratorium sampai pukul  4 pagi dan menghabiskan bergelas-gelas kopi.</p>
<p>Dia terus saja fokus terhadap penelitiannya. Hingga akhirnya, pada akhir1980-an, Zewail berhasil mengamati keadaan transisi reaksi kimia garam natrium iodida dengan spektotrofotometer baru ciptaannya, yang sumber cahayanya berasal dari laser berdurasi femtodetik.</p>
<p>Meski berhasil dalam penelitiannya, Zewail belum merasa puas. Dia menggunakan alatnya itu untuk meneliti reaksi-reaksi kimia lain dari  cairan, padatan, gas, dan bahkan reaksi-reaksi kimia hayati (reaksi kimia yang terjadi pada makhluk hidup). Penelitian-penelitian Zewail tersebut diakui dan dipuji sebagai terobosan oleh komunitas ilmiah. Beberapa tahun kemudian, penelitian-penelitan Zewail dan koleganya melahirkan cabang baru ilmu kimia yang disebut femtokimia.</p>
<p>Tidak hanya itu, pada  1999, Zewail pun dianugerahi Hadiah Nobel Kimia. Dengan demikian, Zewail adalah peletak dasar pengembangan femtokimia, sehingga ia layak disebut sebagai Bapak Femtokimia.</p>
<p>Bahkan Zewail pernah dinominasikan menjadi salah satu anggota Presidential Council of Advisors on Science and Technology (PCAST) bagi kepemimpinan Presiden Amerika Serikat yang baru Barack Obama. PCAST berbicara pnajang lebar mengenai edukasi, ilmu pengetahuan, pertahanan, energi, ekonomi, serta teknologi.</p>
<p><strong>Prestasi dan Karya Penerus Jabir Ibnu Hayyan</strong></p>
<p>Atas penemuannya terhadap ilmu femtokimia, Zewail mendapatkan berbagai macam penghargaan. Selain mendapatkan Nobel Kimia, ia juga meraih penghargaan Wolf Prize dalam bidang kimia pada  1993 dari Wolf Foundation.  Tolman Medal dan Robert A Welch Award juga sempat dianugerahkan kepadanya pada 1997.</p>
<p>Pada 1999, dia mendapatkan gelar penghormatan tertinggi di Mesir yaitu <em>Grand Collar of the Nile.</em> Zewail juga mendapatkan sempat menerima  gelar kehormatan PhD Honoris dari Lund University di Swedia pada  Mei 2003. Ia juga tercatat sebagai salah seorang anggota Royal Swedish Academy of Sciences.</p>
<p>Cambridge University juga menganugerahinya gelar <em>Honorary Doctorate in Science</em> pada 2006. Dua tahun kemudian, tepatnya Mei 008, Zewail juga menerima menerima PhD Honoris Causa dari Complutense University of Madrid.  Setahun kemudian, ia juga diberikan honorary PhD dalam seni dan ilmu pengetahuan dari University of Jordan.</p>
<p>Kecintaan Zewail terhadap ilmu pengetahuan, terutama kimia membuatnya tak pernah lelah untuk menuliskan berbagai macam cara dia melakukan percobaan kimia, termasuk prosesnya, hingga akhirnya mendapatkan hasil reaksi kimia yang mengagumkan.</p>
<p>Dia terus menerus menulis berbagai macam karya yang berkaitan dengan ilmu kimia untuk membagikan pengetahuannya terhadap kimia kepada semua orang. Sejumlah karya-karya besar Zewail dalam ilmu kimia antara lain: <em>Advances in Laser Spectroscopy I,  Advances in Laser Chemistry,  Photochemistry and Photobiology, Volume 1 dan 2, Ultrafast Phenomena VII, The Chemical Bond: Structure and Dynamics,  Ultrafast Phenomena VIII, serta Ultrafast Phenomena IX.</em></p>
<p>Selain itu, dia juga menulis karya lainnya bertajuk, <em>Femtochemistry: Ultrafast Dynamics of the Chemical Bond, serta  Voyage Through Time: Walks of Life to the Nobel Prize. </em>Buku yang terkait dengan peristiwa Zewail mendapatkan Nobel ini diterjemahkan ke dalam 17 bahasa antara lain Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Romania, Hungaria, Rusia, Arabi, Cina, Korea, Indonesia, India</p>
<p>Ia juga menulis buku bertajuk <em>Age of Science, Time (Al Zaman, in Arabic), Dialogue of Civilizations 2007, Physical Biology: From Atoms to Medicine, serta  4D Electron Microscopy.</em></p>
<p>Selain menulis berbagai macam buku tersebut, Ahmad Zewail juga menjadi editor  <em>Encyclopedia of Analytical Chemistry.</em> Hal itu dilakukannya supaya tidak ada kesalahan dalam menuliskan ensiklopedia kimia tersebut.(republika)</p>
Posted in Tokoh Tagged: Tokoh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aan4choto.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aan4choto.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aan4choto.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aan4choto.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aan4choto.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aan4choto.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aan4choto.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aan4choto.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aan4choto.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aan4choto.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aan4choto.wordpress.com&blog=4892993&post=347&subd=aan4choto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/ahmed-zewail-bapak-femtokimia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af98fc406be2e5a5dea53686f0aa58bd?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Aan Choto 阿安國德</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sman1ampekangkek.sch.id/images/stories/ahmed" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmed </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jamshid Al-Kashi, Ilmuwan Besar dari Dinasti Timurid</title>
		<link>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/344/</link>
		<comments>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/344/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/344/</guid>
		<description><![CDATA[Al-Kashi merupakan ilmuawan yang sangat hebat, dan salah seorang yang paling terkenal di dunia.
Jamshid al-Kashi merupakan salah seorang matematikus masyhur di dunia Islam. Ia adalah seorang saintis yang mengembangkan matematika dan astronomi pada zaman kejayaan Dinasti Timurid, di Samarkand abad ke-14 M.  Ia berjasa mengembangkan ilmu matematika dan astronomi dengan sederet penemuannya.
Al-Kashi terlahir pada 1380 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aan4choto.wordpress.com&blog=4892993&post=344&subd=aan4choto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignleft" title="Al-Kashi" src="http://sman1ampekangkek.sch.id/images/stories/jamshid" alt="" width="325" height="226" />Al-Kashi merupakan ilmuawan yang sangat hebat, dan salah seorang yang paling terkenal di dunia</strong>.</p>
<p>Jamshid al-Kashi merupakan salah seorang matematikus masyhur di dunia Islam. Ia adalah seorang saintis yang mengembangkan matematika dan astronomi pada zaman kejayaan Dinasti Timurid, di Samarkand abad ke-14 M.  Ia berjasa mengembangkan ilmu matematika dan astronomi dengan sederet penemuannya.</p>
<p>Al-Kashi terlahir pada 1380 di Kashan,  sebuah padang pasir di sebelah utara wilayah Iran Tengah. Ia hidup pada era kekuasaan Timur Lenk, pendiri Dinasti Timurid, yang memenangkan sederet pertempuran. Timur Lenk  memproklamirkan dirinya sebagai penguasa dan tokoh restorasi Kekaisaran Mongol di Samarkand pada 1370.<span id="more-344"></span><br />
Pada 1383, Timur Lenk mulai menaklukan Persia dengan merebut wilayah Herat. Setelah   Timur Lenk wafat pada 1405, kerajaan yang didirikannya terbagi  menjadi dua dan dipimpin dua anak lelakinya. Salah satu putranya bernama Shah Rukh.</p>
<p>Ketika Timur Lenk berkuasa, ia hanya fokus pada bidang militer dan penaklukan wilayah. Akibatnya, masyarakatnya hidup dalam penderitaan dan kemiskinan. Pada amasa itu, al-Kashi juga merasakan betapa hidupnya begitu sussah karena kemiskinan yang melilitnya.</p>
<p>Hidup dalam kemiskinan, tak membuat al-Kashi putus asa. Semangatnya untuk belajar tak pernah surut. Sejak kecil, matematika dan astronomi telah membetot perhatiannya. Ia sangat mencintai kedua ilmu itu. Seperti para ilmuwan hebat lainnya, ia biasa melakukan perjalanan dari kota ke kota untuk menimba ilmu pengetahuan.</p>
<p>Setelah Shah Rukh menduduki tampuk kekuasaan, kondisi di tanah kelahirannya mulai membaik. Shah Rukh mulai memperbaiki kehidupan rakyatnya. Dia berusaha meningkatkan ekonomi, kesejahteraan rakyatnya. Bahkan dia juga sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan kesenian.</p>
<p>Maka rakyat yang dulu berada dalam penderitaan akibat banyaknya peperangan, kini bisa bernafas dengan lega. Sehingga mereka memikirkan hal-hal yang lebih baik guna memperbaiki kehidupan seperti pendidikan dan seni.</p>
<p>Angin segar yang dibawa Sah Rukh itu membuat ilmu pengetahuan begitu berkembang pesat. Semuanya b erkat dukungan  Shah Rukh.  Al-Kashi pun memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Dengan giat, ia mengembangkan ilmu astronomi dan matematika yang diakuasainya.</p>
<p>Al-Kashi  pun berhasil melakukan observasi terhadap gerhana bulan di Kashan yang tepat terjadi pada 2 Juni 1406. Dukungan kuat terhadap berbagai macam penelitian yang dilakukan al-Kashi juga diberikan oleh Ilugh Beg, penguasa kota Samarkand bagian dari Kerajaan Timur Lenk.</p>
<p>Ulugh Beg merupakan putra Shah Rukh. Ia adalah seorang ilmuwan besar pada masanya. Berbagai macam penelitian dan karya-karya besar al-Kashi banyak yang dipersembahkan kepada Ulugh Beg diantaranya adalah buku tabel astronomi <em>Khaqani Zij</em> yang dibuatnya berdasarkan tabel karya Nasir al-Tusi.</p>
<p>Tanpa bantuan Ulugh Beg, al Kashi tidak mungkin bisa mnyelesaikan berbagai macam karyanya secara menyeluruh.  Karya-karya besar Jamshid Al Kashi dalam bidang astronomi dan matematika cukup banyak. Namun untuk menyelesaikan karya-karya besarnya itu, dia mendapatkan banyak bantuan dari Ulugh Beg.</p>
<p>Ulugh Beg membangun sebuah universitas untuk mempelajari ilmu teologi dan ilmu pengetahuan di Samarkand pada 1420. Ia bekerja sama  dengan al-Kashi dalam mengerjakan ber bagai proyek penelitian. Selain mengajak al-Kashi, dalam proyeknya, Ulugh Beg juga mengundang seorang ilmuwan hebat Qadi Gaza dalam proyek tersebut.</p>
<p>Sejumlah catatan sejarah ada yang menyebutkan bahwaaAl-Kashi merupakan seorang ahli astronomi dan matematika yang sangat terkemuka di Samarkand. Bahkan dia juga sering disebut sebagai Ptolemy Kedua oleh para ahli sejarah yang hidup pada zaman itu.</p>
<p>Kecermelangan karirnya dalam ilmu pengetahuan dibuktikan dengan sebuh surat yang ditulisnya dari Samarkand kepada ayahnya yang tinggal di Kashan. Dalam surat tersebut, dia menceritakan bagaimana perkembangan kehidupannya yang penuh ilmu pengetahuan.  Selain itu, dia juga menceritakan Ulugh Beg yang mulai membangun konstruksi tempat penelitian di Samarkand.</p>
<p>Dalam suratnya, al-Kashi juga menceritakan kehebatan Ulugh Beg dalam bidang matematika. Dia juga tidak lupa menggambarkan kehebatan Qadi Zada yang diseganinya. Ulugh Beg sering mengadakan berbagai rapat dan diskusi untuk membahas masalah astronomi dan matematika.</p>
<p>Namun di antara para ilmuwan yang diundangnya untuk menghadiri diskusi tersebut, hanya al-Kashi dan Qadi Zada saja yang bisa mengikuti dengan baik. Sejumlah ilmuwan lain merasa diskusi matematika dan astronomi tersebut sangat sulit untuk dimengerti.</p>
<p>Setelah meninggalnya al-Kashi, Ulugh Beg pernah memuji kehebatan al-Kashi dengan mengatakan, &#8221;Al-Kashi merupakan ilmuwan yang sangat hebat, salah seorang yang paling terkenal di dunia. Dia sangat sempurna dalam memahami ilmu pengetahuan zaman kuno serta banyak berjasa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya.&#8221;</p>
<p><strong><br />
Sumbangan Al-Kashi bagi Ilmu Pengetahuan</strong></p>
<p>Selama hidupnya, al-Kashi telah menyumbangkan dan mewariskan sederet penemuan penting bagi astronomi dan matematika.</p>
<p><strong>* Bidang Astronomi<br />
</strong></p>
<p><strong>Buku tabel astronomi Khaqani Zij</strong><br />
Dalam buku tersebut terdapat tabel trigonometri yang berisi fungsi sinus, tabel gerakan longitudinal matahari, bulan, juga planet-planet. Al-Kashi juga membuat tabel garis bujur dan garis lintang yang paralaks dengan garis lintang, tabel gerhana, juga tabel saat bulan dapat dilihat.<strong></strong></p>
<p><strong>Risalah Instrumen observasi astronomi</strong><br />
Pada 1416, al-Kashi menulis buku berjudul Risalah Instrumen Observasi Astronomi. Dalam buku tersebut, al-Kashi menggambarkan berbagai macam instrumen yang berbeda untuk observasi astronomi seperti triquetrum, bola armillary , equinoctial armillary juga solsticial armillary, sinus, sextant , Fakhri sextant di tempat observatorium Samarkand.<br />
<strong><br />
Plate of Conjunctions</strong><br />
Al-Kashi menemukan Plate of Conjunctions semacam alat analog perhitungan yang digunakan untuk menentukan waktu dan hari kapan konjungsi planet akan terjadi.</p>
<p><strong>Computer Planet</strong><br />
Al-Kashi juga menemukan computer planet yang dia sebut sebagai Plate of Zones yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah tentang planet seperti prediksi posisi yang benar antara matahari dan bulan dalam garis bujur, garis lintang matahari, bulan, dan planet-planet. Instrumen tersebut juga digunkan untuk mengukur ekliptika matahari.</p>
<p><strong>* Bidang Matematika<br />
</strong></p>
<p><strong>Hukum Cosinus</strong><br />
Di Prancis, Hukum Cosinus dikenal sebagai Theoreme d&#8217;Al-Kashi (Teorema Al-Kashi). Sebab Al-Kashi merupakan orang yang pertama yang menemukan hukum tersebut. Dia juga memberikan sejumlah alasan mengapa Hukum Cosinus bisa digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan segitiga.<br />
<strong><br />
Risalah Kord dan Sinus</strong><br />
Dalam bukunya yang berjudul Risalah Kord dan Sinus,  dia menghitung nilai sin 1° dengan sangat akurat. Dari semua ilmuwan matematika pada masanya, hanya Al Kashi yang bisa menilai sin 1° dengan akurat hingga muncullah seorang ahli matematika pada abad ke-16 yakni Taqi al-Din.</p>
<p>Al-Kashi juga mengembangkan berbagai macam metode untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan kubik yang baru dipelajari di Eropa beberapa abad setelah penemuannya. Untuk menghitung nilai sin 1° dengan tepat, Al-Kashi menemukan rumus matematika yang sering disebut sebagai persembahan kepada Francois Viete.<br />
<strong><br />
Pecahan desimal</strong><br />
Pecahan desimal yang digunakan oleh orang-orang Cina pada zaman kuno selama berabad-abad, sebenarnya merupakan pecahan desimal yang diciptakan oleh al-Kashi. Pecahan desimal ini merupakan salah satu karya besarnya yang memudahkan untuk menghitung aritmatika yang dia bahas dalam karyanya yang berjudul Kunci Aritmatika yang diterbitkan pada awal abad ke-15 di Samarkand.</p>
<p><strong>Segitiga Khayyam</strong><br />
Untuk menandingi kebesaran segitiga Pascal, di Persia dikenal Segitiga Khayyam dari nama Omar Khayyam. Segitiga Pascal pertama kali diketahui dari sebuah buku karya Yang Hui yang ditulis pada tahun 1261, salah seorang ahli matematika Dinasti Sung yang termasyhur.</p>
<p>Namun, sebenarnya segitiga tersebut telah dibahas dalam buku karya Al Kashi yang disebut dengan Segitiga Khayyam. Dan kita semua tahu bahwa ilmu di Cina dan Persia itu sudah tua. Sedangkan segitiga Pascal yang dibahas oleh Peter Apian, seorang ahli Aritmatika dari Jerman baru diterbitkan pada 1527. Sehingga bisa disimpulkan bahwa Segitiga Khayyam muncul terlebih dulu sebelum segitiga Pascal.(republika)</p>
Posted in Tokoh Tagged: Tokoh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aan4choto.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aan4choto.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aan4choto.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aan4choto.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aan4choto.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aan4choto.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aan4choto.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aan4choto.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aan4choto.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aan4choto.wordpress.com/344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aan4choto.wordpress.com&blog=4892993&post=344&subd=aan4choto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/344/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af98fc406be2e5a5dea53686f0aa58bd?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Aan Choto 阿安國德</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sman1ampekangkek.sch.id/images/stories/jamshid" medium="image">
			<media:title type="html">Al-Kashi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sayed Quthb, Sang Syahid yang Kontroversial</title>
		<link>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/sayed-quthb-sang-syahid-yang-kontroversial/</link>
		<comments>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/sayed-quthb-sang-syahid-yang-kontroversial/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Quthb lahir dengan nama lengkap Sayyid Quthb Ibrahim Husein asy-Syadzili pada tanggal 9 Oktober 1906 M. (1326 H.) di Musya, sebuah pedesaan yang terletak di dekat kota Asyut, hulu Mesir. Ayahnya pernah aktif di Partai Nasional pimpinan Musthofa Kamil, hal ini mungkin yang menanamkan pada diri Quthb kesadaran politik yang tinggi.
Perjalanan intelektual Quthb dimulai dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aan4choto.wordpress.com&blog=4892993&post=342&subd=aan4choto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" title="Quthb" src="http://sman1ampekangkek.sch.id/images/stories/sayed.jpg" alt="" width="325" height="227" />Quthb lahir dengan nama lengkap Sayyid Quthb Ibrahim Husein asy-Syadzili pada tanggal 9 Oktober 1906 M. (1326 H.) di Musya, sebuah pedesaan yang terletak di dekat kota Asyut, hulu Mesir. Ayahnya pernah aktif di Partai Nasional pimpinan Musthofa Kamil, hal ini mungkin yang menanamkan pada diri Quthb kesadaran politik yang tinggi.</p>
<p>Perjalanan intelektual Quthb dimulai dari desa di mana dia lahir dan dibesarkan. Di bawah asuhan orangtuanya, Quthb berhasil menghafal Alquran dalam usia relatif dini, 10 tahun. Menyadari bakat tersebut, orangtuanya memindahkan keluarga ke Hilwan, daerah pinggiran Kairo, agar Quthub memperoleh kesempatan masuk ke Tajhiziyah “Dar al-‘Ulum” (nama lama dari Universitas Cairo).<br />
Pada tahun 1929, Quthb kuliah di Dar al-‘Ulum dan memperoleh gelar Sarjana Muda di bidang Pendidikan pada tahun 1933, kemudian bekerja sebagai pengawas pada Departemen Pendidikan. Tahun 1949 ia mendapat tugas belajar ke Amerika Serikat untuk memperdalam pengetahuannya di bidang Pendidikan selama 20 tahun, tepatnya di Wilson&#8217;s Teacher&#8217;s College Washington dan Stanford University California.</p>
<p>Sekembalinya dari Amerika, Quthb bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin karena kekagumannya pada Hasan Al-Banna, pendiri gerakan tersebut. Quthb menjadi tokoh penting dalam kelompok ini. Pada tahun 1954, Quthb diangkat menjadi Pemimpin Redaksi harian <em>Ikhwanul Muslimin</em>. Namun, baru dua bulan terbit, harian tersebut dibredel oleh pemerintahan Gammal Abdul Nasser.<span id="more-342"></span><br />
Menurut Quthb, saat itu Ikhwanul Muslimin menghadapi situasi yang hampir sama dengan situasi masyarakat saat Islam datang untuk pertama kalinya, yaitu kebodohan tentang akidah Islam dan jauh dari nilai-nilai etik Islam (jahiliyah). Namun sayangnya, kesucian niat dan semangatnya dalam memperjuangkan orang banyak mengantarnya ke penjara pada 13 Juli 1955.</p>
<p>Pada tahun 1964 Quthb dibebaskan atas permintaan Abdul Salam Arif, Presiden Irak, yang mengadakan kunjungan ke Mesir. Saat itu, menurut informasi Abdul Hakim Abidin, salah seorang sahabatnya, Abdul Salam meminta Quthb untuk ikut bersamanya ke Irak, tetapi dia menolak seraya menyatakan, &#8220;Ini adalah medan perjuangan yang tidak bisa saya tinggalkan&#8221;.</p>
<p>Setahun kemudian (1965) ia kembali ditangkap. Presiden Nasser menguatkan tuduhannya bahwa Quthb berkomplot untuk membunuhnya. Berdasarkan UU No. 911 tahun 1966, Presiden mempunyai kekuasaan untuk menahan siapa pun yang dianggap bersalah.</p>
<p>Sayyid Quthb diadili oleh Pengadilan Militer pada tanggal 12 April 1966. Tuduhannya sebagian besar berdasarkan tulisannya, <em>Ma&#8217;alim fi ath-thariq</em>, di mana isinya dianggap berupaya menumbangkan pemerintahan Mesir dengan kekerasan. Kemudian, pada 21 Agustus 1966 Sayyid Quthb bersama Abdul Fattah Ismail dan Muhammad Yusuf Hawwasy dinyatakan bersalah dan dihukum mati.</p>
<p>Quthb dihukum gantung bersama dua orang sahabatnya pada 29 Agustus 1966. Pemerintah Mesir tidak menghiraukan protes dari Amnesti Internasional yang memandang proses peradilan militer terhadap Sayyid Quthub sama sekali bertentangan dengan rasa keadilan.</p>
<p>Sejak saat itu Quthb dijuluki sebagai Syahid bagi kebangkitan Islam, yang rela mengorbankan nyawanya di tiang gantungan.</p>
<p><strong>Tafsir Fi Zhilal al-Qur&#8217;an, Sarana Dakwah dari Balik Jeruji Penjara</strong></p>
<p>Umej Bhatia (peneliti di Pusat Studi Timur Tengah, Universitas Harvard, AS), dalam <em>A Critical Reading of Sayyid Quthb&#8217;s Qur&#8217;anic Exegesis</em>, mengatakan, pada kondisi sosial dan politik itulah karya-karya Sayyid Quthb tentang pergerakan melawan penguasa tiran harus dipahami. Tafsir <em>Fi Zhilal al-Qur&#8217;an</em> (Di Bawah Naungan Alquran) merepresentasikan gagasan-gagasan pergerakan tersebut.</p>
<p>Umej Bhatia menilai, tafsir <em>Fi Zhilal al-Qur&#8217;an</em> menyajikan cara baru dalam menafsirkan Alquran yang belum pernah dilakukan oleh ulama-ulama klasik. Sayyid Quthb memasukkan unsur-unsur politik dan ideologi dengan sangat serasi. Boleh dibilang, tafsir yang satu ini paling unik karena menjadikan Alquran sebagai pijakan utama untuk melakukan revolusi politik dan sosial.</p>
<p>Tampaknya, menurut Umej, Sayyid Quthb dipengaruhi oleh dua ulama agung sebelumnya, yakni Muhammad Abduh dan Rashid Ridho. Tafsir  <em>Al-Mannar</em> karya kedua ulama tersebut lebih memfokuskan penafsiran Alquran dalam konteks sosial masyarakat ketimbang mengupas makna kata per kata. &#8220;Akan tetapi, Sayyid Quthb selangkah lebih maju daripada kedua pendahulunya itu. Ia berhasil mengolaborasikan teori-teori sosial Barat ke dalam pesan-pesan agung Alquran,&#8221; kata Umej.</p>
<p>Penilaian serupa juga disampaikan oleh Dr Ahzami Samiun Jazuli, pakar tafsir Alquran dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Menurut Ahzami, tafsir yang ditulis oleh Sayyid Quthb ini merupakan tafsir haraki (tafsir pergerakan) atau tafsir dakwah. Sang ulama tidak menggunakan  <em>manhaj</em> (metode) penulisan tafsir seperti ulama-ulama terdahulu, misalnya tafsir tahlili (tafsir analitis) yang memulai penafsiran dari penjelasan kata dalam ayat Alquran.</p>
<p>&#8220;Sayyid Quthb tidak menjelaskan panjang lebar makna kata dalam suatu ayat. Tidak pula menerangkan secara detail aspek-aspek  <em>fiqhiyyah</em> (hukum-hukum fikih) karena pembahasan semacam itu sudah banyak dikupas dalam kitab-kitab tafsir klasik,&#8221; jelas Ahzami.</p>
<p>Alquran bagi Sayyid Quthb merupakan kitab pedoman hidup yang komprehensif ke arah kehidupan yang diridhai Allah SWT. Oleh sebab itu, ia menamai tafsirnya itu  <em>Fi Zhilal al-Qur&#8217;an</em> supaya umat Islam benar-benar berada dalam tuntunan dan naungan Alquran.</p>
<p>Tafsir  <em>Fi Zhilal al-Qur&#8217;an</em> merupakan hasil dari dinamika akademis, politik, dan sosial. Ia tidak semata-mata rekreasi intelektual yang mendekati Alquran dari perspektif ilmu pengetahuan. Namun, juga menggunakan pendekatan atas dasar pengalaman hidup sang penulis. Tidak mengherankan, kata Ahzami, kalau kitab tafsir ini berpengaruh besar terhadap umat Islam di seluruh dunia, terutama mereka yang aktif dalam gerakan dakwah.</p>
<p>Dr Muchlis Hanafi, ahli tafsir lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, melihat fenomena tafsir  <em>Fi Zhilal al-Qur&#8217;an</em> ini dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, ada beberapa aspek yang menonjol dalam karya Sayyid Quthb itu. Di antaranya adalah  <em>al-zauq al-adabi</em> (ketinggian nilai sastra). Sayyid Quthb, menurut Muchlis, menjelaskan makna ayat-ayat Alquran dengan gaya bahasa yang sangat indah. Sehingga, punya kekuatan magnetik dan pengaruh yang besar terhadap pembacanya.</p>
<p>Kelebihan lainnya, menurut Muchlis, adalah  <em>al-wihdah al-maudhu&#8217;iyyah</em> (kesatuan tema). Setiap surat yang ia tafsirkan diawali dengan mukadimah. Dan, mukadimah itu menjelaskan secara komprehensif isi surah sehingga tampak benang merah dan kesatuan tema sebuah surah.</p>
<p>Metode ini bukanlah hal baru dalam tradisi penafsiran Alquran, tetapi Sayyid Quthb berhasil menggunakannya dengan sangat baik. Saat ini, dapat disaksikan sebuah tafsir kontemporer yang bernilai tinggi. Namun demikian, tafsir ini tidak serta-merta lolos dari kritik para pegiat tafsir Alquran.</p>
<p>Dari segi metodologi, banyak yang menilai bahwa Sayyid Quthb melanggar tata aturan penafsiran Alquran yang dianut oleh para ulama salaf. Ia terlalu banyak menggunakan akal daripada merujuk pada Alquran, hadis Nabi SAW, dan tradisi para sahabat.</p>
<p><strong>Ide-ide revolusioner</strong><br />
Umej Bhatia berpendapat bahwa penjara dan penyiksaan berperan penting dalam membentuk karakter pemikiran Sayyid Quthb. Umej memakai istilah  <em>prison perspective</em> (perspektif penjara) bagi perspektif Sayyid Quthb dalam penafsiran Alquran. Yaitu, sebuah cara pandang korban keganasan rezim otoriter terhadap realitas sosial politik di masanya.</p>
<p>Kepahitan pengalaman politik Sayyid Quthb mendorongnya menyerukan konsep  <em>hakimiyatullah</em> (kekuasaan hanya milik Allah) sebagaimana diusung oleh Abu al-&#8217;Ala al-Maududi di Pakistan.  <em>Hakimiyatullah</em> berarti kekuasaan harus dikembalikan kepada Allah, bukan dikuasai manusia zalim yang melanggar hukum-hukum Tuhan. Umat Islam wajib berjihad mengembalikan tata aturan itu sesuai dengan doktrin Alquran.</p>
<p>Untuk itu, menurut Sayyid Quthb, perlu ada gerakan  <em>At-Thali&#8217;ah al-Islamiyah</em> , yaitu menyiapkan generasi Muslim baru yang berpegang teguh pada ajaran-ajaran Allah serta mendidik mereka untuk menjadi pemimpin umat di masa depan. Ide-ide pergerakan dan perlawanan Sayyid Quthb itu tampak jelas dalam mukadimah tafsirnya pada surah Al-An&#8217;am.</p>
<p>Ia memaparkan konsep masyarakat ideal sesuai dengan tuntunan Islam; berseru kepada para juru dakwah untuk konsisten berada di jalan ini; serta menancapkan akidah agar sistem pemerintahan yang terbentuk kelak tidak melanggar tata aturan yang ditetapkan Allah SWT. &#8220;Orang-orang yang tidak memiliki akidah adalah pribadi-pribadi jahiliyah. Kejahiliyahan mereka memenuhi akal, pikiran, dan hati,&#8221; tegas Sayyid Quthb.</p>
<p>Dalam pemaparannya tentang tatanan sosial politik yang ideal menurut doktrin Islam, Sayyid Quthb tidak segan-segan melabeli status &#8216;kafir&#8217; kepada para penguasa zalim atau yang melanggar hukum Allah. Ini mengundang respons beragam dari banyak kalangan, bahkan dari ulama sendiri.</p>
<p>Dr Yusuf al-Qardhawi menilai bahwa pemikiran <em>takfir</em> (pengkafiran pada Muslim lain) dalam karya Sayyid Quthb sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang dianut mayoritas umat Islam di dunia. Pemikiran ini, tambah Qardhawi, juga tidak mencerminkan pemikiran gerakan Ikhwan al-Muslimin karena pemikiran <em>takfir</em> sama sekali tidak selaras dengan pemikiran organisasi itu ( <em>RepublikaOnline</em>, 9 Agustus 2009).</p>
<p>Pernyataan Qardhawi tersebut disanggah sejumlah tokoh Ihkwan al-Muslimin. Menurut mereka, Sayyid Quthb tidak keluar dari Ahlussunnah wal Jamaah. Semua pemikiran Sayyid Quthb selaras dengan  <em>manhaj</em> Ikhwan al-Muslimin, tidak ada satu pun yang menyalahi kaidah dan dasar organisasi tersebut. Quthb, menurut mereka, juga tidak pernah mengafirkan kelompok Islam lain dan tidak pernah mendakwahkan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah ( <em>RepublikaOnline</em>, 19 Agustus 2009).</p>
<p><strong>Menawarkan Pemecahan Problem Umat</strong><br />
Tafsir <em>Fi Zhilal al-Qur&#8217;an</em> ditulis oleh Sayyid Quthb selama kurang lebih 15 tahun, yaitu sejak tahun 1950-ah hingga 1960-an. Pada mulanya, ia memulai menulis tafsirnya itu atas permintaan rekannya, Said Ramadhan, redaktur majalah  <em>Al-Muslimun</em> yang terbit di Kairo dan Damaskus.</p>
<p>Sang mufasir menyambut baik permintaan itu dan memberi nama rubrik tersebut  <em>Fi Zhilalil Quran</em>. Tulisan pertama yang dimuat adalah penafsiran surah Alfatihah, kemudian surah Albaqarah. Akan tetapi, beberapa bulan kemudian, Sayyid Quthb memutuskan menyusun satu kitab tafsir sendiri yang juga ia beri nama  <em>Fi Zhilalil Quran</em> .</p>
<p>Karya beliau lantas dicetak dan didistribusikan oleh penerbit al-Bab al-Halabi. Penerbitan pertamanya tidak langsung berjumlah 30 juz, namun tiap satu juz. Setiap juznya terbit dalam dua bulan sekali. Proses penyempurnaan penafsiran selanjutnya diselesaikan dalam penjara.</p>
<p>Edisi pertama dalam bentuk 30 juz diterbitkan pada tahun 1979. Sejak saat itu, persebarannya meluas hingga mencapai hampir seluruh negara Muslim di dunia. Umej Bhatia mencatat, kitab tafsir ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Persia, Turki, Urdu, Bengali, Indonesia, dan Melayu.</p>
<p>Di negara-negara Arab, volume penjualan tafsir  <em>Fi Zhilal al-Qur&#8217;an</em> bak kacang goreng. Selama bertahun-tahun, tafsir itu menjadi  <em>best seller</em>. Menurut cerita Syekh Abdullah Azzam, pada pertengahan 1980-an, jika di Lebanon ada percetakan mulai bangkrut, kemudian pemiliknya mencetak  <em>Fi Zhilalill Quran</em> dan juga buku-buku Sayyid Quthb yang lain, percetakan tersebut selamat dari kebangkrutan.</p>
<p>Gaya bahasa dan kualitas penafsiran Sayyid Quthb merupakan daya pikat utama bagi para pembaca untuk menyelami samudra ilmu Alquran. Di dalamnya tersaji konsep-konsep Islam modern tentang jihad, masyarakat jahiliyyah dan Islam, serta <em>ummah</em> .</p>
<p>Konsep-konsep tersebut menumbuhkan kesadaran baru akan gerakan sosial politik berdasarkan doktrin Islam. Tak ayal, banyak peneliti Barat yang melabeli Sayyid Quthb sebagai pengusung radikalisme, ekstremisme, fundamentalisme, atau atribut-atribut yang menjurus pada nuansa kekerasan lainnya.</p>
<p>Tentang konsep umat, Sayyid Quthb mengutarakan bahwa pembentukan pribadi umat harus berdasarkan keimanan yang kokoh, optimisme pada rahmat dan pertolongan Allah, serta rasa percaya diri sebagai umat terbaik yang diutus Allah di muka bumi ini. Segala permasalahan umat, menurutnya, harus dicarikan solusinya dari kitab Allah SWT dan sunah nabi.</p>
<p>&#8220;Keimanan berimplikasi pada sikap pasrah dan menyerah kepada hukum-hukum Allah. Jiwa-jiwa yang tulus akan menerima segala sistem hukum dan perundangan Islam secara sukarela. Tidak terdetik satu penentangan pun sejak aturan tersebut dikeluarkan. Juga, tak ada sedikit pun keengganan untuk melaksanakannya ketika hukum itu diterima,&#8221; kata Sayyid Quthb dalam mukadimah surat Al-An&#8217;Am.</p>
<p>Secara umum, tema yang ditekankan dalam tafsir <em>Fi Zhilal al-Qur&#8217;an</em> meliputi gagasan tentang hubungan antarsesama manusia. Allah SWT, menurutnya, menghendaki sebuah bangunan sosial yang harmonis berdasarkan keimanan dan cinta kasih. Konsep ini menghindarkan terbentuknya kekuasaan tiran yang menebarkan kebencian, kebodohan, dan kekafiran.(republika)</p>
Posted in Tokoh Tagged: Tokoh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aan4choto.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aan4choto.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aan4choto.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aan4choto.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aan4choto.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aan4choto.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aan4choto.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aan4choto.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aan4choto.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aan4choto.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aan4choto.wordpress.com&blog=4892993&post=342&subd=aan4choto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aan4choto.wordpress.com/2009/10/18/sayed-quthb-sang-syahid-yang-kontroversial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af98fc406be2e5a5dea53686f0aa58bd?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Aan Choto 阿安國德</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sman1ampekangkek.sch.id/images/stories/sayed.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Quthb</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>